Tips Cara Mengatasi Keputihan Ketika Hamil

Rekomendasi Sponsor:
Kehamilan ialah masa dimana ibu mengandung calon bayi sampai melahirkan. Masa ini ialah masa yang dinanti-nantikan oleh pasangan suami istri, terutama bagi mereka yang tergolong pengantin baru. Ketika hamil, ibu akan banyak mengalami banyak perubahan hormon dalam badan ibu. Ini dikarenakan dalam badan ibu asupan gizi dan nutrisi juga dibagi kepada sang calon bayi. 

Perubahan hormon yang terjadi dalam badan ibu harus dapat ibu bedakan, apakah perubahan tersebut lantaran kehamilan atau lantaran suatu hal yang lain. Apabila perubahan tersebut terjadi lantaran suatu hal lain atau sebuah perubahan yang abnormal, ibu harus segera melaksanakan pengobatan semoga tidak terjadi hal-hal yang mungkin dapat saja mempengaruhi janin. Keputihan dikala hamil niscaya dialami perempuan ketika hamil lantaran perubahan hormon tersebut. Dan yang menjadi pertanyaan ialah apakah keputihan tersebut ialah suatu keputihan yang normal atau justru disebabkan lantaran infeksi?

ehamilan ialah masa dimana ibu mengandung calon bayi sampai melahirkan Tips Cara Mengatasi Keputihan dikala Hamil
Ilustrasi keputihan dikala hamil (sumber : wellsphere.com)
Keputihan dikala hamil dapat terjadi lantaran perubahan hormon menyerupai yang telah disebutkan sebelumnya. Perubahan hormon tersebut akan menciptakan pedoman darah ke tempat kewanitaan ibu akan meningkat, yang kemudian juga mempengaruhi peningkatan cairan v*gina ibu. Sebenarnya, cairan ini akan membantu mencegah bisul dari v*gina menuju rahim ibu.

Namun, tidak semua cairan v*gina ini akan membantu ibu mencegah bisul tersebut. Jika cairan ini sudah tercampur dengan virus, kuman dan kuman, cairan ini justru akan menunjukkan efek jelek pada v*gina ibu apabila terjadi infeksi. Infeksi pada v*gina ibu hamil sangat rentan terjadi, hal ini lantaran ibu hamil akan sulit ketika akan membersihkan tempat kewanitaannya tersebut.

Keputihan dikala hamil dapat dikatakan normal ketika keputihan mempunyai warna bening keputihan, tidak berbau dan tidak menciptakan ibu hamil mencicipi gatal lantaran keputihan tersebut. 

Namun apabila keputihan yang dialami ibu hamil mempunyai ciri-ciri menyerupai cairan keputihan tersebut berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, kemudian lengket dan kental, serta mempunyai jumlah yang banyak, gatal, dan berbau tidak sedap kemudian diikuti dengan warna kemerahan disekitar v*gina, maka sebaiknya ibu berhati-hati. Karena keputihan yang menyerupai itu ialah suatu perubahan hormonal yang asing dan membutuhkan penanganan serius.
Tips mengatasi keputihan dikala hamil yang akan dibahas pada artikel kali ini antara lain ialah dengan menjaga kebersihan v*gina, mengeringkan belahan kewanitaan, memakai celana yang terbuat dari materi katun, tidak memakai pantyliners, dan juga jangan memakai obat kewanitaan terlalu sering serta menghindari melaksanakan douche v*gina.

Jika perubahan hormonal asing terjadi pada ibu dan menjadikan keputihan dengan ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, ibu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter semoga tidak terjadi hal-hal yang diinginkan dan mungkin dapat membahayakan kondisi janin ibu.